Mantan Pembantu Dekan II Fisipol UNRI Divonis 2 Tahun Penjara


Dibaca: 366 kali 
Jumat,28 Desember 2018 - 10:48:21 WIB
Mantan Pembantu Dekan II Fisipol UNRI Divonis 2 Tahun Penjara Foto Beritariau.com
PEKANBARU - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru menjatuhkan vonis bersalah berupa hukuman dua tahun penjara kepada mantan Pembantu Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Riau (Unri), Heri Suryadi.
    
Ketua Majelis Hakim Bambang Myanto dalam putusannya di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kota Pekanbaru, Kamis petang kemarin (27/12/2018) Heri dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi proyek pembangunan gedung Fisipol.
    
Selain Heri Suryadi, hakim juga memvonis kontraktor proyek, Ruswandi, dengan hukuman satu tahun lebih tinggi yakni tiga tahun penjara.
    
Heri dan Ruswandi dinyatakan bersalah melanggar Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
    
"Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Heri Suryadi dan terdakwa Ruswandi dengan pidana penjara selama 3 tahun, dipotong masa tahanan," kata Ketua Majelis Hakim Bambang Myanto, didampingi hakim anggota Dahlia Panjaitan dan Hendri.
    
Selain penjara, kedua terdakwa juga dihukum membayar denda masing-masing Rp50 juta atau subsider 3 bulan kurungan.
 
Hanya saja, Ruswandi kembali mendapat hukuman lebih berat dibanding sang Pembantu Dekan, yakni diwajibkan membayar kerugian negara  sebesar Rp. 940.245.271.
    
"Dalam satu bulan setelah putusan inkracht, harta benda terdakwa (Ruswandi) disita untuk mengganti kerugian negara. Hukuman itu juga bisa diganti dengan penjara selama 6 bulan,"  lanjut hakim dalam amar putusannya.
    
Majelis hakim mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah memberantas korupsi dan terdakwa sudah pernah dihukum.
    
Atas hukuman itu, Heri Suryadi dan Ruswandi menyatakan pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Hak serupa juga dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Regina dan kawan-kawan. "Pikir-pikir yang mulia," kata Oka.
    
Sebelumnya, jaksa menuntut Heri Suryadi dan Ruswandi dengan penjara masing-masing 3 tahun, denda masing-masing sebesar Rp50 juta atau subsider 6 bulan kurungan.
    
Ruswandi juga dituntut mengganti kerugian negara sebesar Rp. 940.245.271,82. Dari jumlah itu, Ruswandi telah mengembalikannya melalui kejaksaan sebesar Rp300 juta.
    
Heri Suryadi merupakan terpidana kasus korupsi dalam perkara korupsi pengadaan Program Integrasi Akademik dan Administrasi Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Batam, Provinsi Riau. Ia divonis dengan penjara selama 1 tahun 5 bulan.
    
Sementara itu, Ruswandi merupakan mantan karyawan PT Waskita Karya (WK) selaku Komisaris PT Usaha Kita Abadi yang mengerjakan proyek pembangunan gedung Fisipol. Ia juga menjadi terdakwa dalam perkara perusakan plang nama.
    
Dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan gedung Fisipol Unri terjadi pada 2012 lalu dan gagal hingga dua kali. Akibatnya, panitia lelang melakukan penunjukkan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan.
    
Padahal, proyek hanya boleh dikerjakan oleh peserta lelang yang telah mendaftar karena dalam pendaftaran, peserta pastinya membuat surat keterangan penyanggupan. Namun oleh panitia lelang dipilih rekanan yang tidak sama sekali mendaftar.
    
Bahkan, proses penunjukkan tersebut dilakukan oleh panitia lelang bersama ketua tim teknis kegiatan. Kontrak kerja ditandatangani oleh direktur rekanan yang diduga dipalsukan di depan panitia lelang.
    
Dalam pengerjaannya, pada akhir Desember 2012 pekerjaan hanya selesai 60 persen tapi anggaran tetap dicairkan 100 persen. Jaksa menduga, ada kongkalikong antara tim teknis yang menyatakan kalau pengerjaan sudah 100 persen.
    
Bahkan perusahaan rekanan tidak diblacklist oleh panitia dan juga tidak dikenakan denda meski bermasalah. Menurut aturan, besaran denda adalah 5 persen dari total anggaran yang diyakini sebesar Rp 9 Miliyar yang bersumber dari APBN Perubahan tahun 2012.
    
Berdasarkan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau, tindakan itu mengakibatkan kerugian negara Rp. 940.245.271. 
 
 
 
Sumber Beritariaucom
 

Loading...
Akses Paseng.News Via Mobile m.paseng.news
TULIS KOMENTAR
BERITA sebelumnya
Loading...
KANTOR PUSAT:
Jalan Datuk Bandar 46 RT 004 RW 003 Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau
Email Redaksi : pasengnews@gmail.com
Email Bagian Iklan : pasengnews@gmail.com
Phone : 0812-6703-4877
AVAILABLE ON :