Anak Buah Rini Soemarno Diperiksa KPK


Dibaca: 137 kali 
Senin,20 Agustus 2018 - 15:25:35 WIB
Anak Buah Rini Soemarno Diperiksa KPK Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris‎ Menteri (Sesmen) BUMN, Imam Apriyanto Putro pada hari ini. Anak buah Menteri Rini Soemarno tersebut bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Dirut PT Jasindo, Budi Tjahjono (BTJ).

"Yan‎g bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka BTJ," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (20/8/2018).

Selain Imam, KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap dua karyawan PT Asando Karya yakni, Ida Farida dan Dadang Kusnadi serta pihak swasta, Jimmy Iskandar.‎ Ketiganya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Budi Tjahjono.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Budi Tjahjono sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran komisi kegiatan fiktif agen PT Jasindo dalam pengadaan asuransi oil dan gas pada BP Migas-KKKS tahun 2010 dan tahun 2012-2014.

Budi selaku Dirut PT Jasindo diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait pembayaran komisi terhadap kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasa Indonesia dalam penutupan asuransi oildan gas pada BP Migas-KKKS tahun 2010-2012 dan tahun 2012-2014.

Budi diduga memerintahkan menunjuk perorangan menjadi agen dengan dua proses pengadaan di tahun 2010-2012 dan 2012-2014

Dalam pengadaan pertama, BP Migas pada 2009 mengadakan lelang terbuka pengadaan jasa asuransi untuk menutup aset dan proyek di kontraktor kontrak kerja sama (KKS). Panitia pengadaan asuransi oil and gas BP Migas, menurut Febri, mengumumkan PT Jasindo sebagai leader konsorsium.

Sementara pada pengadaan kedua, proses lelang jasa asuransi aset dan proyek BP Migas-KKKS tahun 2012-2014 dilakukan. PT Jasindo juga ditunjuk sebagai leader konsorsium.

Akibat perbuatannya, negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp 15 miliar.‎ Budi disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

 

(okezone.com)


Loading...
Akses Paseng.News Via Mobile m.paseng.news
TULIS KOMENTAR
BERITA sebelumnya
Loading...
KANTOR PUSAT:
Jalan Datuk Bandar 46 RT 004 RW 003 Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau
Email Redaksi : pasengnews@gmail.com
Email Bagian Iklan : pasengnews@gmail.com
Phone : 0812-6703-4877
AVAILABLE ON :