HM Wardan: Hilirisasi Kelapa Mampu Ciptakan Industri Padat Karya


Dibaca: 227 kali 
Rabu,25 Oktober 2017 - 17:45:12 WIB
HM Wardan: Hilirisasi Kelapa Mampu Ciptakan Industri Padat Karya Bupati Inhil HM Wardan
PASENG.News, INHIL - Bupati Kabupaten Inhil HM Wardan berniat untuk lebih gencar dalam penggalakan program pada sektor perkebunan kelapa rakyat dengan langkah hilirisasi kelapa. 
 
Program tersebut merupakan menindaklanjuti himbauan Presiden Joko Widodo agar dapat para pemimpin daerah untuk memperbanyak program padat karya yang dapat menghasilkan banyak lapangan pekerjaan.
 
Menurut Bupati Wardan, langkah hilirisasi kelapa dinilai akan mampu menciptakan industri yang padat karya sekaligus menjadi 'lokomotif' perekonomian masyarakat dan daerah.
 
"Pengembangan industri kelapa sebagai industri padat karya, seperti yang kita ketahui bersama telah lama dilakukan di Kabupaten Inhil. Langkah konkret yang kita ambil dalam upaya pengembangan ini, salah satunya dengan cara mendatangkan investor, baik investor domestik maupun investor dari luar negeri," kata Wardan usai pertemuan Bupati dan Wali Kota se - Indonesia bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (24/10/2017).
 
Melalui industrialisasi kelapa oleh para investor nanti, Bupati memprediksi akan tercipta lapangan pekerjaan yang sangat luas, khususnya bagi masyarakat tempatan sehingga kesulitan dalam  mengakses lapangan pekerjaan sebagai sebuah problema klasik akan dapat teratasi.
 
"Konsepsi ini bukanlah sesuatu yang berlebihan. Ketika sejumlah investor telah menanamkan modalnya untuk pengenbangan industri berbasis kelapa, maka tenaga kerja lokal akan bisa terserap dan berimplikasi pada penurunan tingkat pengangguran karena sektor ini merupakan industri padat karya," urai Bupati.
 
Sebelumnya, berkenaan dengan persoalan perekonomian, Presiden berpesan agar para pemimpin daerah memperhatikan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang ada di daerahnya masing-masing.
 
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang telah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayahnya. 
 
Daerah-daerah itu, antara lain adalah Kabupaten Banggai dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 37 persen, Kabupaten Blora sebesar 23,5 persen, Kabupaten Bojonegoro sebesar 21,9 persen. Ketiga kabupaten ini memiliki pertumbuhan ekonomi karena adanya gas. Sedangkan Kabupaten Morowali sebesar 13,18 persen, disebabkan nikel dan Kabupaten Mimika sebesar 12,8 persen.
 
“Sering kepala daerah tidak melihat inflasi dari waktu ke waktu. Hati-hati masalah inflasi. Bapak, Ibu boleh senang di Kabupaten Mimika (pertumbuhan ekonomi) 12 persen, tapi kalau inflasinya 15 persen tidak ada artinya. Hati-hati dengan inflasi, terutama yang berkaitan dengan sembako,” terang Presiden.
 
Sedangkan kabupaten/kota yang  memiliki tingkat inflasi di bawah 10 persen, antara lain Kota Tual sebesar 9,6 persen, Kota Watampone 5,3 persen, Kabupaten Bulukumba 4,6 persen, Kota Singkawang 4,54 persen, Kota Cilegon 4,3 persen. 
 
“Semuanya sudah di bawah 10, ini bagus,” ucap Presiden. Artinya kepala daerah sudah bisa mengendalikan harga-harga yang ada di daerah masing-masing.
 
Untuk diketahui, inflasi di Indonesia di tahun 2014 sebesar 8,3 persen, tahun 2015 sebesar 3,3 persen, tahun 2016 sebesar 3,02 persen, artinya terus turun. “Tahun 2017 perkiraan kita mungkin 3,7-3,8 persen, artinya masih di bawah 4 persen,” ucap Presiden.

Akses Paseng.News Via Mobile m.paseng.news
TULIS KOMENTAR
BERITA sebelumnya
KANTOR PUSAT:
Jalan Datuk Bandar 46 RT 004 RW 003 Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau
Email Redaksi : pasengnews@gmail.com
Email Bagian Iklan : pasengnews@gmail.com
Phone : 0812-6703-4877
AVAILABLE ON :