Kecanduan Seks Tak Bisa Disembuhkan, Simak Solusi Sang Ahli


Dibaca: 252 kali 
Selasa,24 Oktober 2017 - 13:15:17 WIB
Kecanduan Seks Tak Bisa Disembuhkan, Simak Solusi Sang Ahli Ilustrasi depresi. ©2012 Merdeka.com/shutterstock/Stokkete

Mississippi - Skandal seks produser Hollywood Harvey Weinstein sempat heboh di berbagai media pemberitaan beberapa waktu lalu. Konon Weinstein dilaporkan mencari bantuan untuk kecanduan seksnya itu. Apa sih yang disebut kecanduan seks itu?

Direktur program perawatan kecanduan seksual Pine Grove di Hattiesburg, Mississippi Deborah Schiller, menyebutkan bahwa kecanduan seks itu kondisi yang sangat serius. “Kecanduan seksual identik dengan penyiksaan,” katanya.

Schiller seperti dilansir Independent menjelaskan bahwa secara tradisional, banyak orang mengalami kecanduan seks akibat trauma dalam kehidupan mereka.

Tapi ada juga orang yang kecanduan karena tumbuh bersama pornografi sejak kecil. “Contoh pria yang menonton film porno sejak berusia empat tahun, semasa dewasanya, melakukan masturbasi setiap enam jam,” katanya.

Disebutkannya juga bahwa kecanduan seks adalah sebuah penyakit, Schiller menggambarkan penyakit ini sebagai "kronis" dan "menghancurkan."

"Ada kesalahan di otak [pecandu], orang yang dilahirkan dengan reseptor dopamin lebih sedikit daripada yang lain tidak dapat menghargai diri mereka sendiri dari dalam," katanya.

"Mereka meraih sesuatu di luar diri mereka untuk memperbaikinya, mulai sejak awal dalam kehidupan. Seks adalah salah satu perilaku yang bisa dilakukan orang untuk mengatasi stres mereka. "

Sayangnya, Schiller mengatakan bahwa, seperti diabetes, kecanduan seks bukanlah sesuatu yang bisa disembuhkan. Tapi pecandu seks dapat diberi alat untuk mengatasi kecanduan mereka dan dengan demikian menghentikan kehidupan mereka yang buruk, menyakiti orang yang mereka cintai dan menyabotase karier mereka.

Di kliniknya, Schiller mengatasi pasien dengan berbagai cara. Ada yang dirawat dan secara terpola melakukan meditasi, masuk kelompok kecanduan, psikoterapi dan pengembangan keterampilan komunikasi.

Mereka diajari bagaimana untuk tidak mementingkan diri sendiri, bagaimana mengatasi fantasi dan menghadapi recall euforia. Menurut Schiller, pecandu seks pada dasarnya perlu "sadar."

Pasien juga diperlakukan secara ilmiah, antara lain dengan pengujian psikologis dan menjawab lebih dari 500 pertanyaan saat pertama kali tiba. Demikian Independent. (Tempo)

 


Loading...
Akses Paseng.News Via Mobile m.paseng.news
TULIS KOMENTAR
BERITA sebelumnya
Loading...
KANTOR PUSAT:
Jalan Datuk Bandar 46 RT 004 RW 003 Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau
Email Redaksi : pasengnews@gmail.com
Email Bagian Iklan : pasengnews@gmail.com
Phone : 0812-6703-4877
AVAILABLE ON :